Foto; Mushola Baitulizza setelah 3 jam mati lampu RT 25 RW 3 desa Penyalahan diakibatkan tiang listrik longsor terkena banjir.
Tegalraya.com. Hari kamis hujan lebat, sekitar pukul 16.30 menit lampu mati listrik sampai pukul 21.39. Setelah itu kepala desa Khudori dan warga langsung mengkabarkan ke PLN terdekat desa Cerih.Setelah maghrib petugas PLN bersama kepala desa dan warga menindaklanjuti laporan warga.Pihak pemerintah Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal juga mendapatkan info kejadian tersebut di sebarkan ke seluruh desa agar tetap waspada semakin banyaknya laporan.
Mohamad Sugeng S.Pd.I Camat Jatinegara menyampaikan pesan kepada seluruh17 kepala desa se kecamatan untuk waspada, "Kewaspadaan tanggap bencana dari desa Penyalahan kamis 5 februari, kata Sugeng asli warga desa Kedungwungu.
Mohamad Ali perangkat desa komunikasi dengan PLN serta tim tanggap bencana desa Penyalahan, Tanggap bencana dipimpin langsung oleh H.Khudori Kepala Penyalahan, BPD, RT dan RW, Ansor dan Banser sudah lakukan evaluasi di dukuh rinten RW 03 dan longsor banjir Capiturang dukuh Mendek.
Tim tanggap bencana di langsung gerak cepat evakuasi Lapangan, berjaga dan waspada, dikarenakan hujan masih rintik rintik malam itu, esoknya harinya direncankan kerjabakti kembali di lokasi longsor dan banjir.
Menurut informasi dari warga besok paginnya Jumat 6 februari, warga dan tim tanggap bencana melakukan kerja bhakti dilanjutkan sampai dengan selesai di dukuh rinten RW 03 dan RW 01 jalan dukuh Mendek ke dukuh Capiturang atau makam Ki Patih sebelah selatan dekat sawah terkena longsor dan mati lampu. Paginya kepala Desa Penyalahan di tim tanggap bencanab relawan bencana yang terdiri dari perangkat desa, pemuda, BPD dan warga RT dan RW langsung turun lapangan karena hujan 7 hari ini tinggi mengakibatkan rumah-rumah roboh Heri warga RT 22 RW 03 Desa Penyalahan, areal sawah dan beberapa warga rmh kebanjiran dan keluar air di dalam rumah warga (01)