Disusun Oleh:
Nama : Maadah S.Pd,I
Mata Kuliah : Studi Islam Pesisir
Fakultas : Manajemen Pendidikan
Jurusan : Pendidikan Agam Islam
Pascasarjana IBN TEGAL
Tahun 2025
Judul"Pendidikan Perdamaian Dunia Untuk Jalur Gaza Bagi Gen Z".
(Perspektif Ahlisunnah Waljamaah)
A. Pendahuluan
Islam nusantara atau Islam yang ada diwilayah nusantara ini, mempunyai nilai pendidikan tradisi, nilai kemanusiaan tradisi kebudayaan masyarakat dengan dasar kemanusiaan. Toleransi bagian daripada aswaja, teori aswaja sebagai idiologi NU sangat kaya konsep dengan ciri-ciri khas kebudayaan daerah-daerah yang ada di Indonesia dalam perspektif Aswaja.
Arti dari pada Aswaja[ Dr. H, Subaidi, M,Pd, Pendidikn Islam risalah ahlusunnah waljamaah an nahdhliyah, Unisnu press, edisi 1, cetakan pertama Agustus 2019, hal 10], (ahlussunah waljamaah) Ahlussunah; golongan, sunnah; segala sesuatu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, Al Jamaah; kesapakatan oleh para sahabat rasul[ Ibid, halaman 1,], orang-orang yang memegang Al-Quran dan mengikuti sesuatu yang telah ajarkan oleh Alloh SWT para sahabatnya serta Salaf As Shalih dan penerusnya[ Argtha Aricindy, wasino, Hamdan Tri Atmaja, Atika Wijaya, “Urgensi Pendidikan Perdamaian di Sekolah Multikultur Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan dan Sekolah Karang Turi Semarang, proseding Seminar Nasional Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, ISSN 26866404.].
Aswaja adalah sebuah pahamyang mengikuti ajaran rasulluloh SAW berserta para sahabat-sahabatnya dibidang aqidah, syariah dan tasyawuf Adapun prinsip aswaja adalah (Tawasut (moderat/jalam tengah), Tawazun; Seimbang, itidal (adil/tegak lurus) dan tasamuh; toleransi.
Ahlussunah wal jamaah mempunyai nilai-nilai aswaja salah satunya toleransi. Toleransi (tasamuh) yang dimaksud adalah saling menghargai dan menghormati dengan nilai-nilai kemananusiaan, nilai-nilai kemanusiaan dalam koteks ini bangsa Indonesia dalam menyikapi konflik dijalur Gaza dengan pandangan politik internasional bebas dan aktif. Bebas dan aktif dengan memegang prinsip-prinsip aswaja, yaitu toleransi (tasamuh) dengan cara perdamaian dunia.
Hal itu, bagian nilai-nilai tradisi budaya Islam terutama di Nusantara atau kenal dengan NU mempunyai ajaran-ajaran yang toleransi (tasamuh) . Demikian juga cara pandangan warga bangsa dan umat Islam khususnya Islam mempunyai peran dalam pendidikan perdamaiaan dunia dalam konflik Gaza.
A.1 Latar Belakang
Konflik jalur Gaza dilatarabelakangi oleh perang, perang yang dimaksud yang kemudian memuncak dan melebar pada keturunan Nabi Ismail, mempunyai dua istri Siti Hajar dan Siti Sara, keluarga besar kerajaan Mesir, namun ada sesutua hal, Siti hajar (budak sahaya) ini dianggap tak pantas dan tidak layak menjadi dari pihak Siti Hajar, yang kemudian konflik itu berkembang kepada anak-anaknya dan keturunannya.
Pendapat lain, sejarah konflik Gaza pada awal abad 19 hingga abad 21, konflik adalah konflik terpanjang di dunia[ Id.Wikipedia.org ]. Dengan konflik sosial dan konflik antar suku atau konflik kekayaan alam dan batas wilayah Israel-Palestina tepatnya di Yerusalem[ Ibid].Bangsa Indonesia menganut politik bebas dan aktif, bangsa Indonesia juga memegang prinsip perdamaian dunia. Dalam kasus perang Gaza. Sudah 1000tahun konflik gaza, Israel telah 4 kali melakukan serangan[ CNBC Indonesia].
Konflik jaluar gaza ini kompleks, dan sangat kontroversial yang bbeberapa dekade, (elad,2012,p.577) awaany amdndat inggris di palsetina 1917 terjadi konflik arab dan yahudi.
A.2. Rumusan Masalah
Generasi Z (digital) atau genarasi sekarang, atau bisa disebut mellienal ini menjadi hal penting untuk menjelaskan atau mernang, hal ini ada pendidikan informasi sejarah konflik jalur Gaza dalam perspektif toleransi.Tikeransi adalah; KBBI sifat atau sikap toleranmakna toleransi adalah sifat yang kerap digaungkan dengan perdamaian[ KBBI]. Nilai daripada Aswaja. Rumusan masalah dalam makalah ini ada beberapa berikut dibawah ini:
1.Pendidikan kesadaran konflik di jalur gaza
2.Pendidikan pencegahan perang di jalur gaza
3.Pendidiikan Partisipasi perdamaian denga dasar kemanusiaan di jalur gaza.
B. PEMBAHASAN
B.1. Pengertian.
Pendidikan Perdamaian adalah program sekolah secara keseluruhan yang inovatif dan integratif yang mencipatakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan dan damai yang kondusif untuk memenuhi kebutuhan emosial (Wahyudin.2018)
Pendidikan Perdamaian Dunia adalah dunia, atau jagat atau nama umumnya yang menyebut keseluruhan peradaban manusia, pengalaman manusia atau keadaan manusia secara umum dari seluruh bumi,[ Wikipedia,Merriam-webster.com] atau mengenai segala sesuatu yang terdapat didalamnya. [ ibid]
Gaza adalah yang ujga disebut kota Gaza, adalah sebuah kota Palestina dijalur Gaza, dengan populasi 515,6666, menjadikan kota terbesar di Palestina, sejak abad ke 15 SM.[ “Gaza (gaza Strip), Inyternastional Dictionary of History Places, vol 4. Fizroy Dearborn Publishers. 1996 hlm.87-290. ]
Jalur Gaza adalah merupakan suatu daerah yang masuk dalam kawasan wilayah negara Palestina. Tepatnya berada disebelah berat daya Israel. Di daerah tersebut terjadi konflik perebutan kekuasaan wilayah antara dua bangsa Israel dan Palestina. Pertempuran antara Israel dan Palestina yang sebenarnya adalah rangkaian dari sebuah konflik panjang yang berakar sejak lama. Bahkan jika dirunut lagi ke belakang, konflik dan bangsa ini sudah terjadi pada zaman Nabi Ismail dan Nabi selanjutnya.
Gen Z adalah [ Wikipeda] generasi digital, sering di sebut menjadi gen z dan dalam sehari hari sebagai Zoomers[ “ is Zoomer the real name For Gen Z Dictionary (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari Asli tanggal june. 14,202]
C. Peperangan perdamaian
Perang akan menghancurkan eradaba, perag juga akan mnehnuran nlia nilzi nilai kmanusia dan akan merusak alam.,perag a diciptakan tidak li unutuk mrebut dengan cara membunuh dan merampas hak hak mansia, perang akan menajdikan mansia akan konflik, termasuk konflik jalur gaza yang berlangsung lamnya, sudah banyak partisipasi negara negara dan pihak dunia dalam konflik gaza baik PBB atau pihak yang cintai damai dalam berbagai forum dunia.
Karema peperangan buklan meugikan dua atau pihak nagar namuan abnayaka yang mengalamani keurgian, mkny prlu dnay pnvegahn dini ppeprangan dalam masyarakar er sekarang, di mulai hrga maenhgardi sebagai strategi pendidikan, strategi pendidikn pncegjn perang melalui forum pendidikan, pengajian majlis talim atau pelatian perdamaian yng akan memberikan pencegahan perang dini dan kbrsamaan dalam perbedaan alam kehidupan sehari hari.
D. Kesimpulan Pendapat Penulis:
Pendidikan perdamaian dunia dalam perspektif ahlussunah waljmamaah nilai toleransi untuk kasus perang di jalur gaza sebagai berikut:
1.Pendidikan kesadaran, akan pentingnya perdamaian dunia bagi negara konflik.
2.Pendidikan pencegahan daripada perang antar negara, terutama negara islam.
3.Pendidikan peran pemikiran dalam penyelesaian konflik jalur gaza.
Tiga hal tersebut diatas, hasil dari pada pemikiran keismpulan kepada masyarakat atau pendidikan Islam terutama untuk bisa menjelaskan pemikiran perdamaian dunia, baik di pendidikan formal, pendidikan masyarakat ataupun komunitas dilingkungan sekitar kita.
E. Penutup
Demikian makalah ini saya sampaikan, semoga menjadi bahan kajian dan diskusi lebih lanjut, tentang makalah ini yang saya sampaikan.
Daftar Pustaka
Dr. H, Subaidi, M,Pd, Pendidikn Islam risalah ahlusunnah waljamaah an nahdhliyah, Unisnu press, edisi 1, cetakan pertama Agustus 2019, hal 10
Ibid, halaman 1,
Argtha Aricindy, wasino, Hamdan Tri Atmaja, Atika Wijaya, “Urgensi Pendidikan Perdamaian di Sekolah Multikultur Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan dan Sekolah Karang Turi Semarang, proseding Seminar Nasional Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, ISSN 26866404.
Argtha Aricindy, wasino, Hamdan Tri Atmaja, Atika Wijaya, “Urgensi Pendidikan Perdamaian di Sekolah Multikultur Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan dan Sekolah Karang Turi Semarang, proseding Seminar Nasional Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, ISSN 26866404.
Wikipedia,Merriam-webster.com
“Gaza (gaza Strip), Inyternastional Dictionary of History Places, vol 4. Fizroy Dearborn Publishers. 1996 hlm.87-290.