Alhamdulillah saya bersyukur atas kebesaran Allah SWT memberikan kesehatan kepada kita bisa belajar banyak tentang sejarah Islam Nusantara di Muktamar NU Jombang ke 36. Berikut ini karya Eko Wahyudi Tegal Jateng. (Mahasiswa Fakultas Islam Nusantara jurusan Sejarah peradanan Islam Pascasarjana UNUSIA Jakarta).
.............................
Thing thang ting thung.
Thing thang thing thung
Gooong 2 X.
Suara gending Jawa di pojok sawah pesisiran gunung Tegalan dengan kepang kuda lumping dari kelapa milik pak Kyai yang dengan santainya wajah berwibawa bak sunan Kalijaga dengan bankon dan rokok klembak menyan.
Suara gending Jawa semakin jelas di awan sampai tetangga desa membangunkan tidur panjang hewan dan manusia dan peradaban masyarakat.
Hai santri ku habis mengaji kita kuning ayoo kita bermain riang gembira..Ajak kyai pondok pesantren itu dengan sarung dan peci yang agak lusuh karena lama dipakai menunggu lebaran datang.
Thang ting thung, goong ..!
Thang ting thung, goong...!
Suara gending naik satu oktaf
Menjadikan kecepatan tari penari para santri dan santriwati dengan ebeg atau kuda lumping daun kelapa mengelilingi halaman pesantren dengan suara burung perkutut milik kyai di gantung di pojok gardu keamanan pondok pesantren pinggir sawah
Ooohh aku dan kau ayoo menari nari dan bersama pukul kendang dan suara yang nyaring untuk Nusantara.
Nyanyian Gending Jawa syair kemanusiaan.. syair perdamaian untuk saudaraku di sana yang sedang perang peradaban.
Tiba tiba ....suara gending itu tidak berhenti ...dengan cengkok lebih merdu para sinden dan wayogo ... berbondong bondong tangga berdendang tradisi budaya desa itu.
Thing thang thing thung. Gooong
Thing thang thing thung. Goong.!
" Lir Ilir Ilir tandure wong sumilir taijo royo Royo .Pindah lagu dengan irama sholawat Jibril
Anak anak itu
Allohukabar allohukabar
..suara adzan Maghrib lakukan doa tahlil Kebangsaan.
Tiba suara lagu bentoo bentoo ganti lirik dan tetap alunan Gending jawa besutan orang tua Nusantara warisan budaya.
Jombang, 26 Agustus 2026