Penulis: Eko Wahyudi (Universitas Nahdlatul Ulama) UNUSIA Jakarta Ketua HIPSI Kabupaten Tegal 2025-2030.
Penulis pada akhir tahun 2025 bulan November, penulis suatu hari jalan-jalan ke Semarang. Penulis sholat di masjid dekat dengan hotel Gets penginapan penulis. Jalan menuju masjid tempat sholat Jum'at kebetulan penulis melewati ada jalan setapak penuh dengan rumah tua yang luar biasa, dengan ornamen rumah gaya arsitektur bangunan Belanda dan Jawa.
Waktu melihat bangunan rumah itu, penulis terkenang masa kuliah sejarah kebudayaan Islam di kampus UNUSIA Jakarta sejarah islam pesisir dalaam teori perdagangan jalur sutera pulau Jawa pada jaman kolonial Belanda. Semarang sebagai salah tempat perangan jalur sutera waktu itu pada abad..
Menurut catatan sejarah, tempat tempat perdagangan dahulu menjadi pusat ekonomi, sehingga banyak peninggalan bentuk bangunan rumah atau gedung yang menjadi tanda bukti sejarah masa perdagangan VOC. Semarang dengan pelabuhan nya sebelum menjadi kota kota juga menjadi pusat kerajaan wilayah Demak dan Mataram Islam.
Dalam kajian sejarah peradaban Islam dan ataupu sejarah umum lainya merupakan bagian dari jejak bagian aset kebudayaan, kajian sejarah peradaban masa lalu yang penuh dengan nilai sejarah. Sejarah akan dan terus terulang di jaman akan datang.
Apalagi jejak jejak perdangan Islam itu akan menjadi bagian dari sejarah warna sejarah ekonomi bangsa ini dan kebudayaan Islam terutama.(#)