Tegalraya.com Slawi.
Profesi Dalang Wayang bagian pelaku kebudayaan bangsa Indonesia sebagai subjek dalam pementasan wayang kulit, wayang santri, wayang golek dan wayang jenis lainya.Dibalik profesi Dalang juga usaha lain sebagai pengusaha sarang burung lawet,
Hal itu di temui wartawan Tegalraya.com, Ki Walet Dalang wayang golek asli Tegal bersama Gubernur Jawa tengah Irjen. Purn. Pol. Ahmad Lutfi., SH pada Seminar "Penguatan dan Peningkatan UMKM yang diselenggarakan oleh Yayasan Berkah Rosi Peduli yang di pandegani oleh H Unang Rohman.
Dalam diskusinya, Gubernur Jawa Tengah menekankan pentingnya penguatan UMKM di semua wilayah Jawa tengah. Hal ini sebagai salah satu solusi win solutions untuk warga jawa tengah yang mandiri prespektif ekonomi.
Disela - sela pemaparan bapak Gubernur Jawa Tengan berdialog dengan Ki Walet Dalang wayang golek yang juga sebagai
Pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) kabupaten Tegal.
Ki Walet yang notabenya seorang dalang wayang golek dan juga pengusaha sarang burung walet mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bahwa selain mendorong peningkatan UMKM juaga tidak kalah pentingnya aspek yuridis perlu diperhatikan.
Contohnya, lanjut Ki Walet, " Dalam dunia sarang burung Walet, ahir-ahir ini harga sarang burung walet tidak stabil. Hal itu, tentunya ada beberapa faktor yang menyebabkan anjloknya harga sarang burung walet di Indonesia dan salah satu penyebabnya adalah pemerintah harus meciptaakan undang-undang tetang larangan ekspor sarang burung Walet yang masih mentah (bahan).
Hal tersebut diatas, karena pada kenyataannya banyak pelaku bisnis sarang burung Walet megirim sarang burung Walet yang masih mentah, sehingga berdampak negatif kepada para pencuci sarang burung walet di Indonesia dan tentunya akan mengurangi peluang usaha pencuci sarang burung Walet"
"Maka melalui momentum ini, Ki walet (Pengurus HIPSI Kab. Tegal) megusulkan pentingnya aturan hukum di sektor tersebut.
Ahmad Lutfi Gubernur Jawa Tengah di hadapan ratusan pelaku UKM yang hadir tersebut kemudian merespon aspirasi dan Kendala UMKM yang kemudian sebagai masukan kebijakan untuk percepatan pembangunan di Jawa Tengah untuk menjadikan UMKM sebagai pilar kemenangan ekonomi.(Eko/tegalraya.com)