puisi Eko (21)

 
eko Wahyudi: Puisi kebudayaan Peradaban Islam Nusantoro.

Karya : Eko Wahyudi Tegal Jateng.  (Mahasiswa Fakultas Islam Nusantara jurusan Sejarah peradanan Islam Pascasarjana UNUSIA Jakarta).

Suara gending Jawa di pojok sawah pesisiran gunung Tegalan dengan kepang kuda lumping dari kelapa milik pak Kyai 

Suara gending Jawa semakin jelas di awan sampai tetangga desa membangunkan tidur panjang hewan dan manusia dan peradaban masyarakat.

Ooohh aku dan kau ayoo menari nari dan bersama pukul kendang dan suara yang nyaring untuk Nusantara.
Nyanyian Gending Jawa syair kemanusiaan.. syair perdamaian untuk saudaraku di sana yang sedang perang peradaban.
Tiba tiba ....suara gending itu tidak berhenti ...dengan cengkok lebih merdu para sinden dan wayogo ... berbondong bondong tangga  berdendang tradisi budaya desa itu.

Lir Ilir Ilir tandure wong sumilir taijo royo Royo...
dengan irama sholawat Jibril 
Anak anak itu 
Allohukabar allohukabar 
..suara adzan Maghrib lakukan doa tahlil Kebangsaan.

Tiba suara lagu bentoo bentoo ganti lirik dan tetap alunan Gending jawa besutan orang tua Nusantara warisan budaya
[30/8, 13.37] eko Wahyudi: *Puisi Abad Ke-2 NU*  
_Untuk Satu Abad Kedua Nahdlatul Ulama, 2026 - 2126_

Abad pertama telah kita lewati  
Dengan darah ulama, keringat santri  
Menjaga NKRI, merawat akhlak negeri  
Dari pesantren ke pelosok, dari surau ke negeri

Kini kita melangkah  
Masuk Abad Kedua  
Bukan lagi bertanya "siapa kita"  
Tapi "akan jadi apa kita"

*Abad Kedua NU...*  
Bukan sekadar organisasi  
Tapi peradaban  
Bukan sekadar pengajian  
Tapi peradaban ilmu  
Bukan sekadar tahlil dan sholawat  
Tapi tatanan masyarakat yang adil dan beradab

Di abad ini, NU harus jadi jembatan  
Antara langit dan bumi  
Antara tradisi dan teknologi  
Antara pesantren dan kampus  
Antara kiai dan milenial

Jas Hijau harus terus dikumandangkan  
_"Jangan Sekali-kali Melupakan Jasa Ulama"_  
Agar anak cucu tidak lupa  
Siapa yang mengibarkan bendera tauhid di bumi nusantara

Biarlah beduk tetap ditabuh  
Biarlah kitab kuning tetap dikaji  
Tapi layar interaktif juga harus masuk kelas  
Biarlah sholawat tetap menggema  
Tapi inovasi dan riset juga harus bicara

Abad kedua ini ujiannya berat  
Hoaks, radikalisme, liberalisme, dan dunia yang serba cepat  
Tapi NU punya bekal:  
Aswaja, Tasamuh, Tawazun, I’tidal  
Dan satu yang paling penting:  Jas Hijau 
Jangan lupa jasa ulama
Cinta ulama cinta satu nusa satu bahasa satu kebangsaan Indonesia

Wahai Nahdliyin...  
Jangan lelah berkhidmah  
Jangan malu jadi NU  
Jangan ragu memimpin peradaban

Karena kalau NU rukun, Indonesia rukun  
Kalau NU bermartabat, Indonesia bermartabat  
Dan kalau NU istiqamah,  
InsyaAllah Islam Nusantara akan menjaga dunia  
Sampai akhir abad kedua, bahkan ketiga

*Selamat Masuk Abad Kedua, NU*  
Teruslah menjadi _harakatul ummah_  
Teruslah menjadi _penjaga nilai_  
Teruslah menjadi _rumah besar_ bagi semua

_Jombang, 28 Agustus 2026_  
_Di tengah gemuruh Muktamar ke-35_