Karya : Eko Wahyudi Tegal Jateng. (Mahasiswa Fakultas Islam Nusantara jurusan Sejarah peradanan Islam Pascasarjana UNUSIA Jakarta).
Suara gending Jawa di pojok sawah pesisiran gunung Tegalan dengan kepang kuda lumping dari kelapa milik pak Kyai
Suara gending Jawa semakin jelas di awan sampai tetangga desa membangunkan tidur panjang hewan dan manusia dan peradaban masyarakat.
Ooohh aku dan kau ayoo menari nari dan bersama pukul kendang dan suara yang nyaring untuk Nusantara.
Nyanyian Gending Jawa syair kemanusiaan.. syair perdamaian untuk saudaraku di sana yang sedang perang peradaban.
Tiba tiba ....suara gending itu tidak berhenti ...dengan cengkok lebih merdu para sinden dan wayogo ... berbondong bondong tangga berdendang tradisi budaya desa itu.
Lir Ilir Ilir tandure wong sumilir taijo royo Royo...
dengan irama sholawat Jibril
Anak anak itu
Allohukabar allohukabar
..suara adzan Maghrib lakukan doa tahlil Kebangsaan.
Tiba suara lagu bentoo bentoo ganti lirik dan tetap alunan Gending jawa besutan orang tua Nusantara warisan budaya
[30/8, 13.37] eko Wahyudi: *Puisi Abad Ke-2 NU*
_Untuk Satu Abad Kedua Nahdlatul Ulama, 2026 - 2126_
Abad pertama telah kita lewati
Dengan darah ulama, keringat santri
Menjaga NKRI, merawat akhlak negeri
Dari pesantren ke pelosok, dari surau ke negeri
Kini kita melangkah
Masuk Abad Kedua
Bukan lagi bertanya "siapa kita"
Tapi "akan jadi apa kita"
*Abad Kedua NU...*
Bukan sekadar organisasi
Tapi peradaban
Bukan sekadar pengajian
Tapi peradaban ilmu
Bukan sekadar tahlil dan sholawat
Tapi tatanan masyarakat yang adil dan beradab
Di abad ini, NU harus jadi jembatan
Antara langit dan bumi
Antara tradisi dan teknologi
Antara pesantren dan kampus
Antara kiai dan milenial
Jas Hijau harus terus dikumandangkan
_"Jangan Sekali-kali Melupakan Jasa Ulama"_
Agar anak cucu tidak lupa
Siapa yang mengibarkan bendera tauhid di bumi nusantara
Biarlah beduk tetap ditabuh
Biarlah kitab kuning tetap dikaji
Tapi layar interaktif juga harus masuk kelas
Biarlah sholawat tetap menggema
Tapi inovasi dan riset juga harus bicara
Abad kedua ini ujiannya berat
Hoaks, radikalisme, liberalisme, dan dunia yang serba cepat
Tapi NU punya bekal:
Aswaja, Tasamuh, Tawazun, I’tidal
Dan satu yang paling penting: Jas Hijau
Jangan lupa jasa ulama
Cinta ulama cinta satu nusa satu bahasa satu kebangsaan Indonesia
Wahai Nahdliyin...
Jangan lelah berkhidmah
Jangan malu jadi NU
Jangan ragu memimpin peradaban
Karena kalau NU rukun, Indonesia rukun
Kalau NU bermartabat, Indonesia bermartabat
Dan kalau NU istiqamah,
InsyaAllah Islam Nusantara akan menjaga dunia
Sampai akhir abad kedua, bahkan ketiga
*Selamat Masuk Abad Kedua, NU*
Teruslah menjadi _harakatul ummah_
Teruslah menjadi _penjaga nilai_
Teruslah menjadi _rumah besar_ bagi semua
_Jombang, 28 Agustus 2026_
_Di tengah gemuruh Muktamar ke-35_