Oleh : Dr H.Imam Syatibi MPd,
Ketahanan pangan sebagai solusi pencegahan stunting agar masyarakat sehat dan kuat serta cerdas, namun disisi lain ada warga kebumen yang gantung diri akibat tidak punya beras makan sehari hari.
Informasi medsos milik akun warga dan informasi dari beberapa warga Kebumen Sudah sekitar Minggu lalu berita ini diturinkan adanya informasi warga Kasus bunuh diri karena kelaparan suatu yang anomali ditengah ketahanan pangan yang surplus.
Saya sebagai Rektor UMNU Kebumen Ketua Tanfidziyah intruksikan penguatan keluarga maslakhah. Saya juga sebagai Ketua tanfidziyah PCNU Kebumen menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam atas musibah gantung diri keluarga akibat tekanan kemiskinan.
Saya selaku, Ketua Tanfidzyah PCNU Kebumen itu menambahkan, " Hal ini harus menjadi pelajaran bersama kepada semua pihak lebih lebih kepada pemangku kebijakan ditingkat desa. Ditengah-tengah pemerintah baik pusat maupun daerah melakukan penguatan ketahanan pangan yang dilaporkan sampai surplus justru terjadi paradoks ada keluarga dengan himpitan ekonomi sampai sampai mengahiri hidupnya. Hal ini seperti tikus mati dilumbung padi. Lebih lebih peristiwa ini tidak dilakukan dengan sendiri melainkan dengan mengorbankan anak yang tidak berdosa. Seandainya ada keperdulian atau kepekaan sosial dari pemangku kebijakan di desanya mungkin dapat diantisipasi solusinya misalkan dengan melaporkan kepada lembaga lembaga filantropy atau kepada dinas dinas sosial.
Namun demikian karena semua telah terjadi tentunya kita jadikan pelajaran bersama agar peristiwa serupa tidak terjadi terutama di daerah daerah kantong kemiskinan Kebumen.
Berkaca dari peristiwa tersebut selain faktor kemiskinan yang menjadi sebab pemicu juga faktor ketidak harmonisan keluarga. PCNU Kebumen melalui LKKNU akan mendorong isu kemaslahatan keluarga sebagai basis perjuangan ri'ayatul umah keluarga NU di tingkat desa khususnya yang rentan terhadap persoalan sosial seperti perceraian, kekerasan keluarga, perlindungan anak dan ketimpangan sosial. Ketua PCNU Kebumen mengajak ke seluruh jajaran NU baik di MWC naupun di Ranting untuk aktif dalam program program keumatan dan kemaslahatan keluarga.
Ketimpangan sosial pembangunan tidak boleh terus melebar seiring dengan kemajuan pembangunan teknologi maupun kemajuan peradaban.Akses informasi tidak boleh putus khususnya pada masyarakat pinggiran. Masyarskat harus didorong memiliki kesadaran dan keberanian untuk melapor jika menemukan kasus kasus krisis sosial maupun kekerasan keluarga KDRT maupun perundungan.
Faktor pendidikan agama juga menjadi sangat penting untuk didorong sehingga masyarakat memiliki daya ihtiar yang kuat tidak terjebak pada ajaran fatalisme. Mari kita jaring keluarga maslakhah NU sehingga tercipta rumah tangga yang kuat dan negara yang baldatun toyibatun. Keluarga sebagai basis pembangunan nasional harus lebih diperkuat, lebih lebih Kebumen yang masih tinggi angka percerain dan kemiskinanya.(01)