Ki Walet Dalang Tegal Gelar Wayang di desa Penyalahan dan pondok pesantren Dzulfikarisalam Kedungwungu

Ki Walet itu aktifis PMII Jepara saya kenal th 2002 waktu pelatihan teater di pantai Kartini mewakili PC PMII kebumen. Ketemu lagi tahun 2023 di Adiwerna di RM jitu dan sekarang aktif di HIPSI dan lesbumi PCNU Kabupaten Tegal.
Ki dalang Walet 18 Agustustus 2026 di Undangan oleh pemerintah desa Penyalahan Jatinegara kab Tegal untuk Wayang dan Ruwat Bumi acara itu di hadiri oleh Bupati Tegal H.Ishack Maulana Rohman , Camat Jatinegara Mohammad Sugeng S.Pd., Kepala desa Penyalahan dan RT RW se desa Penyalahan. 

"Acara ini adalah bagian dari visi misi kepala desa H.Khudori, serta latar belakangnya adanah rasa syukur kemerdekaan RI ke 81. Selain itu dengan Ruwat Bumi Desa Penyalahan berharap agar pertanian dan perkebunan di desa ini terjaga dari gangunan hama dan hasil melimpah," Eko Wahyudi ketua panitia HUT RI ke 81 Penyalahan 
Ki Walet besok harinya bergeser ke desa lain di undang oleh Kyai Mukarom Pengasuh pondok pesantren Dzulfikarisalam Kedungwungu Jatinegara pegelaran wayang Santri Sadad Sang Aji Rabu 19 Agustus 2026. Dengan tema Sejarah perjuangan Santri dalam kemerdekaan Indonesia, menceritakan Lokajaya yang merupakan santri murid Sunan Bonang untuk di tugaskan di tanah Jawa menyebarkan agama Islam. 
Ki walet dalam pegelaran wayang Sadad ini , " Cerita Loka jaya adalah seorang preman yang merampok kepada kekuasan atau orang kaya hasil dari tarikan upeti masyarakat dengan paksa, Lokal Jaya sang berani dan tangguh melawan orang orang dzolim yang menindas masyarakat pada masa kerajaan Mataram"  

"Lokajaya atau Sunan kalijogo  menyebarkan agama Islam dengan cara kebudayaan Islam Nusantara dengan wayang kulit kepada masyarakat"