Kyai Muhaimin Mansyur, Ajak Jamaah Jumat tetap bersyukur kepada Allah SWT

Kyai Muhaimin Mansyur 
SLAWI.Tegalraya.com, Jumat 7 Agustus 2026. Suasana khitmas  ratusan jamaah Masjid Al-Hajj yang berada tak jauh dari Alun-alun Hanggawana Slawi, larut dalam kekhusyukan saat mendengarkan khotbah Kyai Muhaimin Mansyur. Jumat Legi, 7 Agustus 2026.

Masjid megah yang dibangun pada masa kepemimpinan Bupati  Tegal Ki Enthus  diresmikan September 2017 ini, lahir dari keprihatinan. Dahulu para pengantar jamaah haji Kabupaten Tegal kesulitan tempat berkumpul. Begitu juga berbagai event kabupaten seperti upacara Hari Kemerdekaan. Kini, Masjid Al-Hajj berdiri kokoh menjadi pusat spiritual dan sosial masyarakat Tegal.

Inti Khotbah Jumat Kyai Muhaimin Mansyur "Syukurilah, Maka Akan Ditambah," Bertindak sebagai khotib, Ustadz Muhaimin Mansur, selaku Tamir Masjid Al-Hajj sekaligus putra daerah asal Banjaranyar, Kecamatan Balapulang, kelahiran 9 September 1962. menyampaikan khotbah Dengan suara bergetar, beliau mengawali dengan mengutip firman Allah dalam *QS. Ibrahim ayat 7. " Laa in syakartum la azidannakum wa la in kafartum inna 'adzabi lasyadid"_  
, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku  ( Alloh SWT) akan menambah nikmat kepadamu. Dan jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

“Jamaah yang dirahmati Allah. Coba pejamkan mata sejenak. Tarik nafas. Nikmat mana lagi yang kita dustakan?” ucap beliau, suasana hening dan khidmat Khotbah Jumat tersebut.

Lanjut Muhaimin Mansyur merinci ada 4 bentuk syukur yang wajib kita amalkan:
1. Bersyukur dengan hati,  Yaitu meyakini seyakin-yakinnya bahwa semua yang kita miliki, jabatan, harta, keluarga, kesehatan, hakekatnya semua dari Allah SWT. Bukan karena hebatnya kita, 2. Bersyukur dengan Lisan. Dengan memperbanyak mengucap Alhamdulillah, Memuji Allah dan berterima kasih kepada sesama manusia atas kebaikan yang diterima.

3. Bersyukur dengan Amal Perbuatan, Sebagaimana dijelaskan Imam Al-Ghazali, syukur dilakukan dengan 7 anggota badan. Mata untuk membaca Al-Qur’an, telinga untuk mendengar nasihat, tangan untuk menolong, kaki untuk melangkah ke majelis ilmu dan masjid.
4. Bersyukur dengan Sujud Syukur Sujud sebagai puncak kerendahan. Rasulullah SAW pun pernah melakukan sujud syukur yang sangat lama. Beliau bersujud dan berdoa memohon kepada Allah agar diberikan izin untuk memberi syafaat kepada seluruh umatnya di yaumil kiamah nanti.

“Kesimpulannya satu, kita ingin nikmat ditambah, maka tambahlah syukur. Berhentilah mengeluh,” pean Kyai Muhaimin Mansyur.

Khotbah dilanjutkan sholat Jumat  sebagai imam adalah H.Ustadz Abdul Mufid Al Hafidz asal *Desa Kejen, Kecamatan Talang, Lantunan ayat suci yang merdu dari seorang hafidz menambah syahdu suasana.

Usai salam, suasana belum bubar. Jamaah masih bertahan, bersujud syukur, berdoa, dan saling bersalaman. Di hari Jumat Legi ini, Masjid Al-Hajj kembali mengingatkan kita: di tengah segala keterbatasan, satu hal yang tidak boleh putus adalah rasa syukur. (Masykuri 
Editor: Eko Wahyudi)