Membuka lembaran lama arsip arsip gerakan perempuan di masa kerajaan, pra kemerdekaan dan pasca kemerdekaan serta hari ini tahun 2025. Dari beberapa arsip itu memang moment-moment perubahan penting di negeri Indonesia tidak lepas dari gerakan politik perempuan.
Gerakan perempuan dalam kancah politik kebangsaan dan praktis atau sosial politik sudah ada dan selalu ada. Perempuan bagian dari elemen bangsa Indonesia ini terus akan melakukan partisipasi dalam momentum perubahan bangsa, dari desa dari pelosok gunung, pelosok laut sampai gang gang sempit kota semua bidang pekerjaan swasta dan pemerintah.
Peran perempuan dijaman pra sejarah, perempuan selalu menjadi agen perubahan dalam jaman berburu, meramu dan perundagian perempuan selalu berperan dalam mengolah dan mengumpulkan bahan makanan serta kerajinan untuk mempertahankan hidup dijaman kerajaan.
Gerakan perempuan dijaman pra kemerdekaan, perempuan dengan suara lantang melakukan perlawanan- perlawan kolonial dan pendidikan formal dan non formal dalam pendidikan dan gerakan sosial serta perjuangan melawan penjajah di seluruh desa desa dan daerah Indonesia.
Dijaman pasca kemerdekaan, perempuan tidak bertumpu pada pangkuan perempuan.Gerakan perempuan mulai berani menyuarakan hak-hak perempuan serta dengan laki-laki dalam berbagai lini walaupun dengan sumber daya masih minim, tapi muncul tokoh perempuan.
Di tahun 2025, luar biasa gerakan perempuan sudah 30 persen dalam keterwakilan politik atau posisi jabatan di semua bidang, perempuan sudah membuktikan keberadaanya sebagai subjek atau pelaku kebijakan keputusan atas keberlangsung berbangsa dan bernegara.
Demikian tulisan saya, sebagai refleksi gerakan perempuan yang selalu eksis dan bergerak untuk tetap eksis dan dengan dukungan semua pihak, peranan perempuan dalam gerakan politik kebangsaan akan terus berlanjut.
80 tahun kemerdekaan RI perempuan " bukan sekedar pelengkap, perempuan bukan hanya konco wingking " dikasur, di sumur dan di dapur," namun perempuan menjadi garda depan perubahan politik kebangsaan dan penentu nasib bangsa dan rakyat Indonesia.
Penulis: Maadah S.Pd,I DPRD PKB Kab Tegal dan Ketua RPA (Rumah Perempuan dan Anak) Kab.Tegal Jawa Tengah.