"Banyak sudah anak muda tidak suka dan mencintai dunia pertanian di desa, karena pertanian bukan bidang prospek dan menjanjikan masa depan, adanya kondisi anak muda desa tidak bangga jika jadi petani".
Luar biasa jaman peradaban yang sudah tidak melirik pertanian desa menjadi pilihan anak anak muda. Apakah ada yang salah dalam paradigma pendidikan kita bahwa pertanian itu menjadi pilihan kita dan solusi ketahanan pangan demi keberlangsungan kehidupan?.
Pertanyaan tersebut di atas menjadi sebuah realitas sosial, kemungkinan ada yang salah atau kurang benar dalam melihat pertanian sebagai pilihan masa depan anak muda. Atau pertanyaan diatas memang sebuah kewajaran atau kah perlu adanya solusi untuk menjadikan pertanian menjadi pilihan.
Mulai dari mana sebenarnya pandangan pertanian tidak menarik bagi anak muda?, apakah dari pendidikan formal, lingkungan keluarga ataukah ini sudah jamanya. Jika kondisi ini terjadi di mana mana akan menjadi prihatin bersama.
Hasil riset pengamatan kasar di desa, memang banyak anak muda habis sekolah ke luar kota dengan meninggal desanya, pandangan anak muda melihat potensi pertanian, ataukah memang penanaman pentingnya pengetahuan pertanian sejak usia dini di sekolah dan keluarga, ataukah karena memang benar benar anak muda pertanian sudah tidak menghasilkan dengan tidak mencari jalan keluar.
Ataukah ini peradaban jaman yang sedang "perang peradaban desa", namun peperangan peradaban ini anak muda menyerah dengan serangan produk produk kota dan luar negeri, kondisi anak muda yang belum menyatu kuat dan bersama sama (membangun komunitas membangun desa).
Sebaliknya di negara maju di China, ada beberapa komunitas anak anak muda di kota memilih di desa terjuan dengan pertanian berbasis tekhnologi, ini sebuah negara maju yang anak mudanya sudah bosan dengan keriukhan modernisasi dan kebisingan kemajuan kota.Anak muda di kota cari solusi untuk memilih di desa desa yang.
Hasil tulisan ini, perlu ada kajian dan tindakan kesaadaran bersama dengan anak anak muda gen z untuk berkomunikasi bersama, komunitas anak muda ini membangun kesadaran dan betapa pentingan pemikiran komunitas muda untuk bertani dan bangga menjadi petani.
Solusi , ini solusi bersama. Kini bangsa Indonesia melalui pemerintah saat ini sedang menggalakan gerakan ketanan pangan di desa, ini sebenarnya peluang anak muda desa untuk bisa menjadikan program ini berjalan sebagai solusi ketahanan pangan, harusnya serius dan mampu menangkap peluang anak muda dalam kerja kerja skil pertanian di desa.
Jika anak muda di desa bisa melakukan tindakan kesadaran terjuan bertani, akan menjadikan pilihan yang indah dan akan menikmati hasil dan sebuah gerakan ketahanan pangan menjaga aset-aset di desa. Anak muda sebagai jalan keluar dari kemiskinan desa, anak muda akan jadi pahlawan ketahanan pangan yang merupakan harapan pemerintah sekarang.
Memang tidak mudah untuk menjadikan hal diatas anak muda sukses bertani di desa, ini tantangan dan tantangan kita sebagai warga bangsa untuk mendorong agar supaya keadilan dan kesejahteraan ini ada di desa, tanpa harus menunggu.( TR)