Puisi Desa


80 tahun lalu gema pekik merdeka di kumandangkan di negeri ini .di seluruh pelosok bumi Pertiwi.
Merdeka !!  merdeka !! merdeka !!.

Kini 2025 dan kemarin perjanjian AcFTA di Bali awal 2000 an.Perdagangan bebas dunia masuk ke desa, membawa produk luar negeri mengalahkan karya anak anak desa dan negeri Indonesia tercinta Ku. 

Hasil-hasil desa terampas oleh kolonialisme.kini anak desa mengungsi ke kota bahkan keluar negeri.
Harapan, Anak petani desa dan anak anak terdidik desa jadi penonton dan bukan menjadi pelaku produksi.

Anak-anak kritis desa melihat kondisi itu mati gagasan.mati solusi karena di serang kenyataan desa yang di kuasai kapitalis global.

Katanya, ada pabrik batako dari China.
ada pabrik sarung tangan milik korea, ada pabrik sepatu milik korea.Terus lain lagi di daerah lain banyak yang fikuasi perusahaan kapitalis global..harusnya kita bisa buat pabrik sendiri anak anak dan warga desa.

Ya anak anak desa di ninabobokan dengan medsos tik tok yang menghibur lara pemberontakan anak-anak desa, dan hiburan lainya hasil karya kapitalis global itu,  untuk membuat isu isu hiburan .tidak lain untuk membungkam karya anak anak desa dan mematikan produk pedesaan.

Tegal, Eko Wahyudi pendamping lokal desa